About Me
- Unknown
Blog List
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
Popular Posts
-
(ᵔ.ᵔ) (^o^) (^.^) (-'_'-) (¬_¬) (╯_╰) (╯3╰) (╯▽╰) (∪ ◡ ∪) (⊙▂⊙) (⋋▂⋌) (*^ -^*) ...
-
Jalan Martadinata Runtuh, Mengapa Tepat 16-9-2010 ? Tanpa diduga dan diprediksi sebuah jembatan runtuh di jl Martadinata, Kamis, 16/09/2010...
-
Apa saja sih manfaat positif dari kurangnya tidur? "Bisa ngurusin badan dong,tapi besoknya lesu banget " Kalau terlalu banyak ...
-
punya 5 Sahabat yaNg b'Da keLas apa Salahnya ?? Zenitha : Teman Sebaya.ku (9 SMP) Dhimas : Adek Kelas.ku (7 SMP) Kak Agus : Kakak...
-
Ini dia Ke-2 Sahabat aku . . Faris dan Dhimas. wajahnya so polos. tapi nyebelin banget. . huh !!
-
--ha ha ha ini fotho aku ambil wktu pas abiz cabut-cabut rumput di depan rumah.. lumayan yah. !! hasilnya _ ha ha ha kLo' jele' siy ...
-
Mungkin mereka tak Sempurna.. Mungkin juga Mereka tak seperti harapanku.. Namun, mereka adalah Sahabatku, sahabat sejatiku. . Mereka punya s...
-
ini pas masih kelas 5 SD hahahaha mukapolos banget xD efek kamera juga masih keliatan alami wkwkwkw
-
Berry Raspberry, blackberry, blueberry serta Strawberry merupakan sumber makanan yang paling kaya dengan kandungan antioksidan yang dapa...
Pengikut
Friends
Cha-Len-der
Cuteki cute
PLURK-ku
Jumat, 17 September 2010
14.55 | Diposting oleh
Unknown |
Edit Entri
Jalan Martadinata Runtuh, Mengapa Tepat 16-9-2010 ?
Tanpa diduga dan diprediksi sebuah jembatan runtuh di jl Martadinata, Kamis, 16/09/2010 05:10 WIB Jl RE Martadinata arah Priok Ambles Sepanjang 150 Meter, Lalin Dialihkan
Kamis, 16 September 2010 | 12:16 WIB![]()
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWANJalan RE Martadinata yang ambrol sepanjang 103 meter menjadi tontonan warga, Jakarta Utara, Kamis (16/9/2010).![]()
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWANKendaraan terpaksa memutar arah akibat ambrolnya Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, Kamis (16/9/2010). Jalan sepanjang 103 meter ambrol sekitar pukul 03.15.![]()
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWANJalan RE Martadinata, Jakarta Utara, yang ambrol sepanjang 103 meter menjadi tontonan warga, Kamis (16/9/2010). Jalan yang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan pusat kota ini ambrol sekitar pukul 03.15.JAKARTA, KOMPAS.com — Jalan yang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan pusat kota Jakarta ambrol sepanjang 103 meter. Hal itu terjadi tepatnya di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, Kamis (16/9/2010). Kerusakan terjadi sekitar pukul 03.15. Untuk sementara, jalan ditutup untuk semua kendaraan. Meski demikian, beberapa kendaraan roda dua masih terlihat nekat melintas. Berdasarkan pantauan Kompas.com, ratusan warga menyemut di sekitar ambrolnya jalan tersebut. Meski beberapa petugas kepolisian mengusir mereka karena berbahaya, mereka tetap nekat menonton.
Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa dan sebab terjadinya kejadian ini telah pula di ambil kesimpulan yaitu karena faktor alam, Jalan R.E. Martadinata Jebol karena Faktor Alam
Headline News / Metropolitan / Kamis, 16 September 2010 16:33 WIBMetrotvnews.com, Jakarta: Ambrol dan terputusnya Jalan R.E. Martadinata dari Ancol menuju Tanjungpriok, Jakarta Utara, murni faktor alam. “Bukan karena kesalahan teknis,” ujar Direktur Wilayah II Dinas Pekerjaan Umum Winarno kepada Metro TV, Kamis (16/9) sore. Winarno mengatakan, kondisi tanah di Jakut, terutama dekat pantai memang labil. Permukaan tanah selalu turun tiap tahun. “Land accident, namanya,” kata Winarno. “Belum lagi adanya rob. Tidak ada hujan, tidak ada angin, tiba-tiba jalan tergenang.” Menurut dia, badan Jalan R.E. Martadinata sudah ditinggikan 60 centimeter. Itu dilakukan untuk meredam semua fenomena alam yang disebut di atas. Persoalannya, tambah dia, struktur tanah jalan menjadi tak seimbang karena ada pengerukan tanah di tempat lain, terutama untuk jalan kapal laut.(ICH)
Begitulah alam ‘berbicara’ kepada manusia dengan kejadian yang tidak diduga sebelumnya, adakah hikmah dari alam ‘berbicara’ tsb, mengapa jl martadinata amblas, mengapa bukan jalan lain ? mengapa pula harus tepat tgl 16-9-2010? mengapa pula bukan tgl lain ?
Agar membedah komunikasi alam ini. maka selayaknya kita menengok artikel sebelumnya tentang sebuah komunikasi alam lainnya yang dituangkan dalam artikel Rumah Wapres Ditimpa Pohon, Open House Presiden Membawa Korban, Ada Apa ?
Tercatat dalam artikel tsb yang memuat sebuah kesimpulan komunikasi tsb adalah :” Apa yang dirasakan aman saat ini, justru itulah pencabut nyawa yang paling maut” . Tidak berapa lama dari kejadian tsb, yang berlangsung tepat tgl 10-september-2010, maka 6 hari setelah itu, terjadilah Baru Setahun Dibeton, Aneh Jl RE Martadinata Bisa Ambles. Tidak hanya kejadian itu saja, kejadian lainnya pula yang membuat rumah yang dulu nyaman, kini berbuah Kamis, 16/09/2010 01:02 WIB Banjir & Genangan Air Landa 12 Kawasan di Jaksel dan Jaktim Di media lain disebutkan
Berita Utama
[ Kamis, 16 September 2010 ]JAKARTA - Hujan deras yang disertai angin kencang dan petir mengakibatkan banjir cukup parah di wilayah Jakarta Selatan kemarin (15/9). Seorang wanita meninggal karena tertimpa tembok yang runtuh, sedangkan dua lainnya mengalami luka-luka setelah rumahnya kejatuhan pohon yang roboh. Salah satu kawasan yang paling parah adalah kompleks Ikatan Koperasi Pegawai Negeri (IKPN) Bintaro, Pesanggrahan. Genangan air mencapai setinggi 2 meter. Hal itu terjadi setelah tanggul yang menahan aliran Sungai Pesanggrahan jebol. Warga pun ramai-ramai menyelamatkan diri dan barang-barangnya dari rendaman air. Menurut Yati, warga setempat, kompleks IKPN memang termasuk kawasan langganan banjir pada setiap musim hujan sejak 1970-an. “Namun, kali ini yang paling parah,” ungkap wanita 47 tahun itu.
Hingga kemarin sore, banjir yang merendam sekitar 165 rumah tersebut belum surut. “Biasanya tidak separah ini. Air meluap, tapi cepat surut,” tambah Yati kepada Indopos (Jawa Pos Group). Sebelumnya air mencapai 3 meter dan menenggelamkan rumah-rumah warga di RW 4 dan RW 12. Warga pun bahu-membahu menyedot air dengan pompa air ukuran besar. Hingga kemarin sore, air masih sekitar 1,5-2 meter. Sebagian warga mengungsi di Masjid Al Umariyah dan Madrasah Al Jihadiah yang lebih tinggi daripada permukiman. Warga juga mendirikan tenda posko banjir di RW 4. Polisi dan petugas Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan turun dengan menggunakan dua perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir di dalam rumah.
Ketua RW 12 Djoko Tursino mengatakan, sekitar seratus KK di RW 12 terpaksa mengungsi ke tempat yang aman. Banjir separah itu terjadi karena tanggul yang menahan luapan air Sungai Pesanggrahan jebol sepanjang 25 meter. Air pun masuk ke kompleks perumahan. “Lantaran sangat deras, warga tak sempat mengatasinya,” ujar Djoko. Menteri PU Djoko Kirmanto dan Gubernur DKI Fauzi Bowo kemarin mengunjungi lokasi banjir untuk mengetahui jebolnya tanggul Sungai Pesaggrahan. Pemerintah berjanji memperbaiki tanggul yang jebol dan menguatkannya sehingga tak terulang banjir bandang seperti kali ini.
Sementara itu, hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa (14/9) hingga kemarin mengakibatkan robohnya sebuah pohon besar yang menimpa rumah Hatijah Hasan di Jalan H Sinen, Ragunan, Pasar Minggu. Akibatnya, Hatijah, 76, dan Iai, 35, mengalami luka lebam di sekujur tubuh. Keduanya tertimpa atap rumah.
Saat kejadian, Selasa pukul 18.00, Hatijah dan Iai berada di dalam rumah. Keduanya tak sempat menyelamatkan diri karena kejadian itu berlangsung cepat. Mengetahui kejadian tersebut, warga beramai-ramai berhamburan keluar rumah dan berusaha menyelamatkan korban. Begitu berhasil dievakuasi, dua korban itu langsung dilarikan ke rumah sakit. “Kedua korban mengalami luka-luka cukup parah,” ungkap Purwadi, salah seorang warga yang ikut mengevakuasi korban.
Selain pohon, hujan deras yang disertai angin kencang Selasa petang lalu merobohkan tembok setinggi 2,5 meter di Jalan Aup Barat Dalam I, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tembok itu menimpa tubuh Warsem, pedagang sayur keliling asal Cirebon yang sedang melintas di belakang tembok tersebut. Akibatnya, wanita 44 tahun itu tewas di tempat kejadian.
Tubuh Warsem ditemukan suaminya, Sugiman, yang mencari istrinya yang tak pulang-pulang hingga pukul 22.00. Kondisi di tempat kejadian perkara (TKP) memang sepi sehingga jarang ada orang yang lewat di jalan itu. Warsem mengalami luka-luka serius di bagian kepala. Sugiman pun kaget bukan main saat mengetahui istrinya tertimpa tembok sebuah kampus swasta tersebut. Begitu dievakuasi anggota Polsek Pasar Minggu, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk divisum. (ibl/jpnn/c9/ari)
Mengapa harus JL Martadinata yang ambles ? mengapa bukan jalan lain ?
Amblasnya Jalan Martadinata, Jalan Martadinata Priok Amblas 7 Meter bukanlah kebetulan semata, terjadilah sebuah perulangan lain seperti yang tertulis di artikel Rumah Wapres Ditimpa Pohon, Open House Presiden Membawa Korban, Ada Apa ? yang menuliskan kejadian serupa tgl 3-9-2010 di rumah Dinas Gub Jabar terjadi insiden penembakan, maka sebuah kejadian aneh bin ajaib tentang jalan martadinata itu di Jawa Barat (sama persis dengan tulisan tsb) yaitu di jalan yang sama dengan Jakarta yaitu JL Martadinata di Jabar juga ambles, Waspadai Jalan Amblas di Pusat Kota Bandung
Rabu, 24 Desember 2008 | 19:49 WIB![]()
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN![]()
KOMPAS/DWI BAYU RADIUSPetugas PDAM Kota Bandung berusaha menarik sebuah mobil kijang nopol D 1060 XB yang terperosok di badan jalan yang amblas akibat pecahnya pipa PDAM di perempatan Jalan RE Martadinata dan Jalan Ahmad Yani, Bandung, Rabu (24/12) siang.Jalan REE Martadinata, Kota Bandung amblas sepanjang tujuh meter, Rabu (24/12).BANDUNG, RABU – Jalan RE Martadinata, Kota Bandung yang amblas sepanjang tujuh meter sempat menelan korban sebuah mobil Kijang. Mobil itu tenggelam karena terperosok dalam lubang yang menganga akibat amblas dan berisi air.
Karyawan Fuji Image Plaza, Firdaus (35), Rabu (24/12), mengatakan, mobil itu melintas di lokasi sekitar pukul 13.30. Mobil lalu terjebak di rekahan jalan berukuran kecil dan mencoba maju namun bannya slip dan berputar di tempat. Di tempat ban terjebak itulah kemudian air keluar.
Sebab, di bawah jalan yang amblas terdapat saluran air. Warga setempat sempat mencoba menolong agar mobil bisa berjalan. Namun, ketika usaha itu sia-sia, mereka kemudian mendesak penumpangnya agar keluar. Sebanyak tiga penumpang perempuan kemudian men yelamatkan diri.
Amblas jalan semakin dalam sehingga mobil itu seperti tenggelam. Mobil akhirnya dapat ditarik keluar dengan kendaraan pemadam kebakaran, sekitar pukul 13.45. Sebuah kendaraan dinas perhubungan setempat selanjutnya menderek mobil Kijang itu.
Begitulah bahasa komunikasi alam yang sempurna, sebuah perulangan yang sempurna tentang amblasnya jalan Martadinata, satu di Jakarta sedangkan tahun 2008 lalu di Bandung, sama persis dengan kejadian yang mirip dengan atribut yang berbeda, terjadi di Jakarta, sebelumnya ada pula di Jawa Barat pula (tertuang di artikel, Rumah Wapres Ditimpa Pohon, Open House Presiden Membawa Korban, Ada Apa ?) Di akhir alinea tulisan tsb, tersusunlah sebuah komunikasi universal lainnya selain kejadian itu, yakni tertulis di akhir alinea
Hal inilah yang di-ingatkan pada sebuah tambang gagal di RI yaitu ketika ingin gapai minyak atau gas, justru lumpur yang menyembur sebagai lumpur lapindo yang telah membara sebagaimana Gunung sinabung yang meletus ketika di kunjungi oleh Bapak Presiden SBY, maka di nun jauh tambang itupula berpolah untuk memberikan pertanda kepada penulis ini yang bertempat tinggal dengan kejadian itu, bahwa benarlah apa yang dituliskan dalam bahasa alam ini
Berita Utama
[ Kamis, 09 September 2010 ]Kebakaran di Porong Bakar 3 Rumah dan 3 WargaApi Jalan di Udara, Kolam Ikut Membara
SIDOARJO - Semburan lumpur Lapindo yang disertai gas metan terus memunculkan ancaman bagi warga sekitar. Tiga rumah di Desa Siring, Kecamatan Porong, Selasa malam (7/9), terbakar. Tiga warga menjadi korban kebakaran tersebut. Dua di antara mereka mengalami luka bakar serius.
Ketiga korban itu adalah Purwaningsih, 55; Debi Purbianto, anak Purwaningsih, 23; dan Budirahayu, 50. Berdasar data yang dihimpun Jawa Pos, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 22.30. Tiga rumah yang terbakar adalah milik Suncoko, Purwaningsih, dan Okki Andrianto, ketiganya warga Jalan Beringin. Sampai berita ini ditulis, penyebab awal kebakaran masih simpang siur karena kejadian itu begitu cepat.Beberapa sumber di lapangan menyebutkan, awalnya, Purwaningsih menyalakan api di atas tungku buatan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) yang memanfaatkan gas dari bubble. Tungku itu bisa menyala karena dialiri gas dengan menggunakan pipa.Saat dia menyalakan tungku, tidak terjadi apa-apa. Namun, tiba-tiba api diketahui sudah menjalar ke mana-mana. Abdul Halim, salah seorang saksi, melihat saat itu api sudah menjalar di atas Jalan Beringin. Api menjalar di atas jalan penghubung rumah Purwaningsih, Okki, dan Suncoko yang berjarak sekitar sepuluh meter. “Saya biasa lewat sini. Tapi karena ada api, saya tidak berani lewat,” katanya.Kobaran api itu lantas membakar sebuah toko milik Okki yang berada di rumah Jalan Beringin Nomor 5. Sempat terjadi ledakan beberapa kali disertai hembusan api dari bawah yang menimbulkan getaran.Akibatnya, sebuah sepeda motor dan seluruh isi toko yang baru diisi barang dagangan beberapa hari lalu itu musnah terbakar. “Untung saja tidak ditempati kalau malam. Siangnya, anak saya di toko,” kata Okki.Bukan hanya itu, bagian dalam rumahnya juga menjadi kolam api. Dari sebuah kolam yang berukuran sekitar 8 x 7 meter persegi itu keluar semburan lumpur disertai gas. Api pun mewarnai permukaan air yang terus bergolak seperti mendidih. Warga di sana ada yang menyebutnya sebagai neraka kecil. Kolam tersebut terbentuk karena sebelumnya tembok yang di atasnya ambles.Petugas pemadam kebakaran sempat kesulitan memadamkan api. Lebar jalan yang hanya sekitar empat meter menyulitkan pergerakan petugas. Selain itu, lokasi kebakaran cukup jauh di dalam rumah. Ditambah lagi, banyaknya warga yang menonton mengakibatkan aparat harus turun mengusir warga yang mendekat.Belasan mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Namun, api baru bisa dikendalikan sekitar pukul 03.30 setelah mobil pemadam bolak-balik untuk mengisi air karena kehabisan. BPLS juga menyemprotkan cairan busa untuk memadamkan api agar tidak bergeliat lagi.Sebelumnya, rumah Okki pernah mengalami hal serupa pada 7 Juli 2009. Semburan gas di rumah tersebut mengeluarkan api hingga membesar dan akhirnya bisa dikendalikan. Namun, hal itu terulang pada 7 September 2010 kemarin.Bukan hanya itu, rumah Suncoko yang bersebelahan dengan rumah Okki pun ikut terbakar. Api sempat membubung hingga setinggi atap rumah. Setelah disiram air, api pun padam. Namun, dari titik tersebut tetap mengeluarkan suara mendesis yang bisa didengar dari jarak sepuluh meter.Sementara itu, api juga membakar sisi dalam rumah Purwaningsih. Beberapa perabot rumah tersulut api. Purwaningsih yang saat itu sedang menonton televisi bersama Debi, anaknya, langsung tersambar api.Menurut Hadi Wijayanto, 56, suami Purwaningsih, saat kejadian, dia sedang berada di gudang rumahnya. Sementara Purwaningsih dan Debi Purbawiyanto menonton televisi. Tiba-tiba api masuk ke dalam rumah dan menyulut ibu serta anak tersebut.Melihat hal itu, Hadi segera mengambil air seadanya untuk memadamkan api, yang juga menyulut perabot rumah tangganya. Saat api masih menyala, dia tidak berani keluar rumah meski para tetangga meneriaki untuk segera keluar. ”Waktu itu api masih menyulut, saya juga masih bau gas. Jadi, gak berani keluar,” ucapnya. Setelah api mengecil, Hadi keluar rumah. Untung, dia hanya mengalami luka ringan. Sementara itu, istrinya, Purwaningsih, dan anaknya, Debi, mengalami luka cukup serius.Budirahayu, korban lain, mengalami hal yang sama. Saat kejadian, kebetulan dia sedang menengkok rumah di Siring Barat yang sudah tidak ditempati. Dia kaget dan penyakit asma yang dideritanya pun akhirnya kambuh. Oleh beberapa warga, Budirahayu dibawa ke RSUD Sidoarjo. Namun, karena lukanya hanya ringan, dia langsung diperbolehkan pulang.Sementara itu, Purwaningsih dan Debi saat ini dirawat di Ruang Mawar Pink RSUD Sidoarjo. Purwaningsih mengalami luka bakar sekitar 58 persen. Dia mengalami luka bakar di bagian muka, punggung, tangan, dan kaki. Sedangkan Debi mengalami luka bakar sekitar 48 persen. Dia mengalami luka bakar di punggung, wajah, tangan, dan kaki.Kapolres Sidoarjo AKBP M. Iqbal di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya akan menyelidiki kebakaran tersebut. Dia bakal menerjunkan saksi ahli untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran itu. “Apakah karena kelalaian warga atau petugas lapangan BPLS. Kami akan cari tahu,” ucapnya.Humas BPLS Akhmad Khusairi menyatakan, kebakaran tersebut tidak berasal dari kompor gas alam, melainkan dari sulutan api yang mungkin berasal dari petasan. ”Kalau berasal dari ledakan kompor, rumah korban pasti sudah hangus terbakar,” ujarnya. (eko/adh/byu/c3/nw)
Kejadian jalan martadinata yang runtuh merupakan kejadian yang sama pula terjadi di bandung desember tahun 2008 lalu, maka penegasan di artikel Rumah Wapres Ditimpa Pohon, Open House Presiden Membawa Korban, Ada Apa ? tersebutlah “maka di nun jauh tambang itupula berpolah untuk memberikan pertanda kepada penulis ini yang bertempat tinggal dengan kejadian itu, bahwa benarlah apa yang dituliskan dalam bahasa alam ini”
Hal itulah yang sama berulang didekat penulis dari jalan martadinata bandung yang ambles tgl 24-12-2008 lalu, maka sesungguhnya terjadilah didekat penulis pula sebuah jembatan yang ambrol sebelum jalan martadinata di bandung ambles yaitu, 11-12-2008 lalu atau 13 hari sebelumnya, tertuang dalam artikel ,Gempa bumi & Burung Amrozi
Jembatan Ambruk, Tiga Pekerja Tertimbun, Kamis, 11 Desember 2008 | 10:11 WIB
SURABAYA, KAMIS — Sebuah jembatan yang menghubungkan Kelurahan Kecawan Putih Tambak dan Kelurahan Kalisari Damen, Mulyorejo, Surabaya, ambruk, Rabu (10/12) malam.
Jembatan tsb amat sangat dekat dan berada di belakang dari kantor kami, seakan menjadi penguat ttg asa penantian tsb memang benar terjadi
Mengapa harus tanggal 16-september-2010 ? mengapa bukan tanggal lain ?
Sebuah hari tgl 16-september adalah hari yang telah banyak diperbincangkan dalam artikel yang lalu yaitu, Mendunia, Video Mesum dan Porno Mirip Ariel Peterpan, Luna Maya tertuang di artikel tsb
….. tentang 14 telah sebelumnya diungkap dalam artikel Heboh Video Mesum dan Porno mirip Ariel Peterpan, Luna Maya, Cut Tari, Ada Apa ? yang memuat SERBA 14 tsb:
Akhir tulisan tsb menuliskan tentang 29 sebagai usia dari Ariel, dan ketika tanggal lahir mas Ariel 16-september, maka terbetiklah sebuah keteraturan lainnya yaitu :Dengan demikian terciptalah keteraturan dari hari lahir mas Ariel untuk mengingatkan kita semua akan dua bencana super kelam di september-2009, yang di-ingatkan lagi lewat video mesum dan porno yang menghebohkan dunia.Empat belas adalah kunci pembuka dari bencana yang terjadi, mengapa harus 14 ? mengapa tidak angka lainnya saja ? Hal itu adalah sambungan dari artikel yang memuat arti dari empat belas itu sendiri yang dimuat pula pada artikel Dibalik Video Mesum Mirip Luna-Ariel yakni … Para penyanyi seolah menyanyikan kedukaan sebelum pesta itu terjadi, dimana sebelumnya mastro keroncong juga berpulang, Gesang Meninggal Dunia, Mengapa Tepat 20-mei-2010 ? Dari tgl meninggal 20-mei-2010, maka 14 hari berikutnya yakni 3-juni-2010, Giliran Pance Pondaag yang menghadap sang Khalik….Ada yang tahu 14 itu apa ? itulah pengingat pada artikel Fenomena Ainun Habibie dan Ramdhan
Empat belas hari dari kelahiran mas Ariel yaitu 16-september (-14 hari) adalah 2-9-2009 (yaitu terjadilah Gempa TasikMalaya, baca Gempa TasikMalaya 02-09-2009
Empat Belas hari setelah kelahiran mas Ariel yaitu 16-september(+14 hari) adalah 30-9-2009 (yaitu terjadilah Gempa Padang, baca Gempa Padang 30-09-2009
INILAH SEBUAH KEBETULAN LAINNYA YAITU KETIKA HARI LAHIR MAS ARIEL 16-SEPTEMBER, MAKA HARI KEMERDEKAAN MEKSIKO-PULA
Tanggal 16-september adalah TITIK TENGAH dari sebuah bencana super pahit di tahun 2009 lalu, dan kini muncul dalam pemberitaan …., KINI Jalan Martadinata yang runtuh tsb tgl 16-september-2010, maka hal itulah meninggatkan pada 155 hari sebelum ini, yaitu Jalan RE Martadinata Ambles Ancol Tanjung Priok Terputus Masih ingat dengan priok dan empat belasnya ? dari 155 hari sebelum kejadian 16-september-2010 jalan martadinata ambles itu ? itulah tgl 14-4-2010 yang telah di tuliskan sebagai Tragedi Tanjung Priok, Bagian dari Bab Bencana yang Hilang
Dengan demikian 14 di tanjung priok dan ter’senyawa’kan dengan 16-september-2010, maka sesungguhnya ada sebuah komunikasi alam yang mudah di perlihatkan yaitu, ketika terjadi sebuah bencana besar, maka itulah yang telah diulang-ulang.
Perulangan ini pula mengacu pada tahun 2009 lalu yang menuliskan Bacalah 29, Jakarta Telah Diperingatkan yang dituliskan beberapa saat sebelum gempa padang terjadi 30-september-2009 dan sebagai hasil bentuk bacaan yang mudah dari gempa tasikmalaya 2-9-2009, dimana banyak gedung tinggi yang bergoyang sehingga para pejabat yang berlarian karena gempa itu (baca Gempa TasikMalaya 02-09-2009) ditahun 2010 inilah, bacalah 29 kembali menyeruak lewat, tgl 29-4-2010 (atau 15 hari setelah kerusuhan tanjung priok tgl 14-4-2010) Meteor Jatuh Di Jakarta, Sebuah Tanda Yang Jelas Sebuah hal yang unik 14-4-2010 kemudian 15 hari meteor jatuh di ibukota, 29-4-2010 dan 155 hari berikutnya,Jalan RE Martadinata Ambles
Perhatikan pesan ini dari tgl ini, 2-9-2009, Gempa TasikMalaya , perhatikan lagi 17-7-2006, Tsunami Pangandaran 17-JULI-2006 , perhatikan lagi banjir besar Jakarta yang pertama kali terjadi 2-2-2007, Jakarta Banjir Besar 02-02-2007 Dan rusuh tanjung priok 14-4-2010, meteor jatuh 29-4-2010
Sebuah tgl dan bulan unik hingga mudah untuk mengingatinya, kini 155 hari setelah 14-4 dari rusuh tanjung priok tercatatlah 16-9-2010, Abrasi Sebabkan Jalan RE Martadinata Amblas Ada apakah martadinata itu ? beliau adalah pahlalawan nasiolal yang lahir tgl 29-3-1921
Laksamana Laut R. Edy Martadinata (lahir di Bandung, Jawa Barat, 29 Maret 1921 – meninggal di Riung Gunung, Jawa Barat, 6 Oktober 1966 pada umur 45 tahun) atau yang lebih dikenal dengan nama R.E. Martadinata adalah tokoh ALRI dan pahlawan nasional Indonesia. Ia meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter di Riung Gunung[1] dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.
Itulah 29 yang ketiga … terus terjadi sebagai, Bacalah 29, Jakarta Telah Diperingatkan
Copyright © 2006-2010 Fenomena Alam Semesta
Blog pada WordPress.com.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
an Ordinary Indonesian girl :)
cLock ^^
Cuteki widget
Jumat, 17 September 2010
Fenomena Alam
Jalan Martadinata Runtuh, Mengapa Tepat 16-9-2010 ?
Tanpa diduga dan diprediksi sebuah jembatan runtuh di jl Martadinata, Kamis, 16/09/2010 05:10 WIB Jl RE Martadinata arah Priok Ambles Sepanjang 150 Meter, Lalin Dialihkan
Kamis, 16 September 2010 | 12:16 WIB![]()
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWANJalan RE Martadinata yang ambrol sepanjang 103 meter menjadi tontonan warga, Jakarta Utara, Kamis (16/9/2010).![]()
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWANKendaraan terpaksa memutar arah akibat ambrolnya Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, Kamis (16/9/2010). Jalan sepanjang 103 meter ambrol sekitar pukul 03.15.![]()
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWANJalan RE Martadinata, Jakarta Utara, yang ambrol sepanjang 103 meter menjadi tontonan warga, Kamis (16/9/2010). Jalan yang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan pusat kota ini ambrol sekitar pukul 03.15.JAKARTA, KOMPAS.com — Jalan yang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan pusat kota Jakarta ambrol sepanjang 103 meter. Hal itu terjadi tepatnya di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, Kamis (16/9/2010). Kerusakan terjadi sekitar pukul 03.15. Untuk sementara, jalan ditutup untuk semua kendaraan. Meski demikian, beberapa kendaraan roda dua masih terlihat nekat melintas. Berdasarkan pantauan Kompas.com, ratusan warga menyemut di sekitar ambrolnya jalan tersebut. Meski beberapa petugas kepolisian mengusir mereka karena berbahaya, mereka tetap nekat menonton.
Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa dan sebab terjadinya kejadian ini telah pula di ambil kesimpulan yaitu karena faktor alam, Jalan R.E. Martadinata Jebol karena Faktor Alam
Headline News / Metropolitan / Kamis, 16 September 2010 16:33 WIBMetrotvnews.com, Jakarta: Ambrol dan terputusnya Jalan R.E. Martadinata dari Ancol menuju Tanjungpriok, Jakarta Utara, murni faktor alam. “Bukan karena kesalahan teknis,” ujar Direktur Wilayah II Dinas Pekerjaan Umum Winarno kepada Metro TV, Kamis (16/9) sore. Winarno mengatakan, kondisi tanah di Jakut, terutama dekat pantai memang labil. Permukaan tanah selalu turun tiap tahun. “Land accident, namanya,” kata Winarno. “Belum lagi adanya rob. Tidak ada hujan, tidak ada angin, tiba-tiba jalan tergenang.” Menurut dia, badan Jalan R.E. Martadinata sudah ditinggikan 60 centimeter. Itu dilakukan untuk meredam semua fenomena alam yang disebut di atas. Persoalannya, tambah dia, struktur tanah jalan menjadi tak seimbang karena ada pengerukan tanah di tempat lain, terutama untuk jalan kapal laut.(ICH)
Begitulah alam ‘berbicara’ kepada manusia dengan kejadian yang tidak diduga sebelumnya, adakah hikmah dari alam ‘berbicara’ tsb, mengapa jl martadinata amblas, mengapa bukan jalan lain ? mengapa pula harus tepat tgl 16-9-2010? mengapa pula bukan tgl lain ?
Agar membedah komunikasi alam ini. maka selayaknya kita menengok artikel sebelumnya tentang sebuah komunikasi alam lainnya yang dituangkan dalam artikel Rumah Wapres Ditimpa Pohon, Open House Presiden Membawa Korban, Ada Apa ?
Tercatat dalam artikel tsb yang memuat sebuah kesimpulan komunikasi tsb adalah :” Apa yang dirasakan aman saat ini, justru itulah pencabut nyawa yang paling maut” . Tidak berapa lama dari kejadian tsb, yang berlangsung tepat tgl 10-september-2010, maka 6 hari setelah itu, terjadilah Baru Setahun Dibeton, Aneh Jl RE Martadinata Bisa Ambles. Tidak hanya kejadian itu saja, kejadian lainnya pula yang membuat rumah yang dulu nyaman, kini berbuah Kamis, 16/09/2010 01:02 WIB Banjir & Genangan Air Landa 12 Kawasan di Jaksel dan Jaktim Di media lain disebutkan
Berita Utama
[ Kamis, 16 September 2010 ]JAKARTA - Hujan deras yang disertai angin kencang dan petir mengakibatkan banjir cukup parah di wilayah Jakarta Selatan kemarin (15/9). Seorang wanita meninggal karena tertimpa tembok yang runtuh, sedangkan dua lainnya mengalami luka-luka setelah rumahnya kejatuhan pohon yang roboh. Salah satu kawasan yang paling parah adalah kompleks Ikatan Koperasi Pegawai Negeri (IKPN) Bintaro, Pesanggrahan. Genangan air mencapai setinggi 2 meter. Hal itu terjadi setelah tanggul yang menahan aliran Sungai Pesanggrahan jebol. Warga pun ramai-ramai menyelamatkan diri dan barang-barangnya dari rendaman air. Menurut Yati, warga setempat, kompleks IKPN memang termasuk kawasan langganan banjir pada setiap musim hujan sejak 1970-an. “Namun, kali ini yang paling parah,” ungkap wanita 47 tahun itu.
Hingga kemarin sore, banjir yang merendam sekitar 165 rumah tersebut belum surut. “Biasanya tidak separah ini. Air meluap, tapi cepat surut,” tambah Yati kepada Indopos (Jawa Pos Group). Sebelumnya air mencapai 3 meter dan menenggelamkan rumah-rumah warga di RW 4 dan RW 12. Warga pun bahu-membahu menyedot air dengan pompa air ukuran besar. Hingga kemarin sore, air masih sekitar 1,5-2 meter. Sebagian warga mengungsi di Masjid Al Umariyah dan Madrasah Al Jihadiah yang lebih tinggi daripada permukiman. Warga juga mendirikan tenda posko banjir di RW 4. Polisi dan petugas Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan turun dengan menggunakan dua perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir di dalam rumah.
Ketua RW 12 Djoko Tursino mengatakan, sekitar seratus KK di RW 12 terpaksa mengungsi ke tempat yang aman. Banjir separah itu terjadi karena tanggul yang menahan luapan air Sungai Pesanggrahan jebol sepanjang 25 meter. Air pun masuk ke kompleks perumahan. “Lantaran sangat deras, warga tak sempat mengatasinya,” ujar Djoko. Menteri PU Djoko Kirmanto dan Gubernur DKI Fauzi Bowo kemarin mengunjungi lokasi banjir untuk mengetahui jebolnya tanggul Sungai Pesaggrahan. Pemerintah berjanji memperbaiki tanggul yang jebol dan menguatkannya sehingga tak terulang banjir bandang seperti kali ini.
Sementara itu, hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Selasa (14/9) hingga kemarin mengakibatkan robohnya sebuah pohon besar yang menimpa rumah Hatijah Hasan di Jalan H Sinen, Ragunan, Pasar Minggu. Akibatnya, Hatijah, 76, dan Iai, 35, mengalami luka lebam di sekujur tubuh. Keduanya tertimpa atap rumah.
Saat kejadian, Selasa pukul 18.00, Hatijah dan Iai berada di dalam rumah. Keduanya tak sempat menyelamatkan diri karena kejadian itu berlangsung cepat. Mengetahui kejadian tersebut, warga beramai-ramai berhamburan keluar rumah dan berusaha menyelamatkan korban. Begitu berhasil dievakuasi, dua korban itu langsung dilarikan ke rumah sakit. “Kedua korban mengalami luka-luka cukup parah,” ungkap Purwadi, salah seorang warga yang ikut mengevakuasi korban.
Selain pohon, hujan deras yang disertai angin kencang Selasa petang lalu merobohkan tembok setinggi 2,5 meter di Jalan Aup Barat Dalam I, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tembok itu menimpa tubuh Warsem, pedagang sayur keliling asal Cirebon yang sedang melintas di belakang tembok tersebut. Akibatnya, wanita 44 tahun itu tewas di tempat kejadian.
Tubuh Warsem ditemukan suaminya, Sugiman, yang mencari istrinya yang tak pulang-pulang hingga pukul 22.00. Kondisi di tempat kejadian perkara (TKP) memang sepi sehingga jarang ada orang yang lewat di jalan itu. Warsem mengalami luka-luka serius di bagian kepala. Sugiman pun kaget bukan main saat mengetahui istrinya tertimpa tembok sebuah kampus swasta tersebut. Begitu dievakuasi anggota Polsek Pasar Minggu, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk divisum. (ibl/jpnn/c9/ari)
Mengapa harus JL Martadinata yang ambles ? mengapa bukan jalan lain ?
Amblasnya Jalan Martadinata, Jalan Martadinata Priok Amblas 7 Meter bukanlah kebetulan semata, terjadilah sebuah perulangan lain seperti yang tertulis di artikel Rumah Wapres Ditimpa Pohon, Open House Presiden Membawa Korban, Ada Apa ? yang menuliskan kejadian serupa tgl 3-9-2010 di rumah Dinas Gub Jabar terjadi insiden penembakan, maka sebuah kejadian aneh bin ajaib tentang jalan martadinata itu di Jawa Barat (sama persis dengan tulisan tsb) yaitu di jalan yang sama dengan Jakarta yaitu JL Martadinata di Jabar juga ambles, Waspadai Jalan Amblas di Pusat Kota Bandung
Rabu, 24 Desember 2008 | 19:49 WIB![]()
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN![]()
KOMPAS/DWI BAYU RADIUSPetugas PDAM Kota Bandung berusaha menarik sebuah mobil kijang nopol D 1060 XB yang terperosok di badan jalan yang amblas akibat pecahnya pipa PDAM di perempatan Jalan RE Martadinata dan Jalan Ahmad Yani, Bandung, Rabu (24/12) siang.Jalan REE Martadinata, Kota Bandung amblas sepanjang tujuh meter, Rabu (24/12).BANDUNG, RABU – Jalan RE Martadinata, Kota Bandung yang amblas sepanjang tujuh meter sempat menelan korban sebuah mobil Kijang. Mobil itu tenggelam karena terperosok dalam lubang yang menganga akibat amblas dan berisi air.
Karyawan Fuji Image Plaza, Firdaus (35), Rabu (24/12), mengatakan, mobil itu melintas di lokasi sekitar pukul 13.30. Mobil lalu terjebak di rekahan jalan berukuran kecil dan mencoba maju namun bannya slip dan berputar di tempat. Di tempat ban terjebak itulah kemudian air keluar.
Sebab, di bawah jalan yang amblas terdapat saluran air. Warga setempat sempat mencoba menolong agar mobil bisa berjalan. Namun, ketika usaha itu sia-sia, mereka kemudian mendesak penumpangnya agar keluar. Sebanyak tiga penumpang perempuan kemudian men yelamatkan diri.
Amblas jalan semakin dalam sehingga mobil itu seperti tenggelam. Mobil akhirnya dapat ditarik keluar dengan kendaraan pemadam kebakaran, sekitar pukul 13.45. Sebuah kendaraan dinas perhubungan setempat selanjutnya menderek mobil Kijang itu.
Begitulah bahasa komunikasi alam yang sempurna, sebuah perulangan yang sempurna tentang amblasnya jalan Martadinata, satu di Jakarta sedangkan tahun 2008 lalu di Bandung, sama persis dengan kejadian yang mirip dengan atribut yang berbeda, terjadi di Jakarta, sebelumnya ada pula di Jawa Barat pula (tertuang di artikel, Rumah Wapres Ditimpa Pohon, Open House Presiden Membawa Korban, Ada Apa ?) Di akhir alinea tulisan tsb, tersusunlah sebuah komunikasi universal lainnya selain kejadian itu, yakni tertulis di akhir alinea
Hal inilah yang di-ingatkan pada sebuah tambang gagal di RI yaitu ketika ingin gapai minyak atau gas, justru lumpur yang menyembur sebagai lumpur lapindo yang telah membara sebagaimana Gunung sinabung yang meletus ketika di kunjungi oleh Bapak Presiden SBY, maka di nun jauh tambang itupula berpolah untuk memberikan pertanda kepada penulis ini yang bertempat tinggal dengan kejadian itu, bahwa benarlah apa yang dituliskan dalam bahasa alam ini
Berita Utama
[ Kamis, 09 September 2010 ]Kebakaran di Porong Bakar 3 Rumah dan 3 WargaApi Jalan di Udara, Kolam Ikut Membara
SIDOARJO - Semburan lumpur Lapindo yang disertai gas metan terus memunculkan ancaman bagi warga sekitar. Tiga rumah di Desa Siring, Kecamatan Porong, Selasa malam (7/9), terbakar. Tiga warga menjadi korban kebakaran tersebut. Dua di antara mereka mengalami luka bakar serius.
Ketiga korban itu adalah Purwaningsih, 55; Debi Purbianto, anak Purwaningsih, 23; dan Budirahayu, 50. Berdasar data yang dihimpun Jawa Pos, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 22.30. Tiga rumah yang terbakar adalah milik Suncoko, Purwaningsih, dan Okki Andrianto, ketiganya warga Jalan Beringin. Sampai berita ini ditulis, penyebab awal kebakaran masih simpang siur karena kejadian itu begitu cepat.Beberapa sumber di lapangan menyebutkan, awalnya, Purwaningsih menyalakan api di atas tungku buatan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) yang memanfaatkan gas dari bubble. Tungku itu bisa menyala karena dialiri gas dengan menggunakan pipa.Saat dia menyalakan tungku, tidak terjadi apa-apa. Namun, tiba-tiba api diketahui sudah menjalar ke mana-mana. Abdul Halim, salah seorang saksi, melihat saat itu api sudah menjalar di atas Jalan Beringin. Api menjalar di atas jalan penghubung rumah Purwaningsih, Okki, dan Suncoko yang berjarak sekitar sepuluh meter. “Saya biasa lewat sini. Tapi karena ada api, saya tidak berani lewat,” katanya.Kobaran api itu lantas membakar sebuah toko milik Okki yang berada di rumah Jalan Beringin Nomor 5. Sempat terjadi ledakan beberapa kali disertai hembusan api dari bawah yang menimbulkan getaran.Akibatnya, sebuah sepeda motor dan seluruh isi toko yang baru diisi barang dagangan beberapa hari lalu itu musnah terbakar. “Untung saja tidak ditempati kalau malam. Siangnya, anak saya di toko,” kata Okki.Bukan hanya itu, bagian dalam rumahnya juga menjadi kolam api. Dari sebuah kolam yang berukuran sekitar 8 x 7 meter persegi itu keluar semburan lumpur disertai gas. Api pun mewarnai permukaan air yang terus bergolak seperti mendidih. Warga di sana ada yang menyebutnya sebagai neraka kecil. Kolam tersebut terbentuk karena sebelumnya tembok yang di atasnya ambles.Petugas pemadam kebakaran sempat kesulitan memadamkan api. Lebar jalan yang hanya sekitar empat meter menyulitkan pergerakan petugas. Selain itu, lokasi kebakaran cukup jauh di dalam rumah. Ditambah lagi, banyaknya warga yang menonton mengakibatkan aparat harus turun mengusir warga yang mendekat.Belasan mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Namun, api baru bisa dikendalikan sekitar pukul 03.30 setelah mobil pemadam bolak-balik untuk mengisi air karena kehabisan. BPLS juga menyemprotkan cairan busa untuk memadamkan api agar tidak bergeliat lagi.Sebelumnya, rumah Okki pernah mengalami hal serupa pada 7 Juli 2009. Semburan gas di rumah tersebut mengeluarkan api hingga membesar dan akhirnya bisa dikendalikan. Namun, hal itu terulang pada 7 September 2010 kemarin.Bukan hanya itu, rumah Suncoko yang bersebelahan dengan rumah Okki pun ikut terbakar. Api sempat membubung hingga setinggi atap rumah. Setelah disiram air, api pun padam. Namun, dari titik tersebut tetap mengeluarkan suara mendesis yang bisa didengar dari jarak sepuluh meter.Sementara itu, api juga membakar sisi dalam rumah Purwaningsih. Beberapa perabot rumah tersulut api. Purwaningsih yang saat itu sedang menonton televisi bersama Debi, anaknya, langsung tersambar api.Menurut Hadi Wijayanto, 56, suami Purwaningsih, saat kejadian, dia sedang berada di gudang rumahnya. Sementara Purwaningsih dan Debi Purbawiyanto menonton televisi. Tiba-tiba api masuk ke dalam rumah dan menyulut ibu serta anak tersebut.Melihat hal itu, Hadi segera mengambil air seadanya untuk memadamkan api, yang juga menyulut perabot rumah tangganya. Saat api masih menyala, dia tidak berani keluar rumah meski para tetangga meneriaki untuk segera keluar. ”Waktu itu api masih menyulut, saya juga masih bau gas. Jadi, gak berani keluar,” ucapnya. Setelah api mengecil, Hadi keluar rumah. Untung, dia hanya mengalami luka ringan. Sementara itu, istrinya, Purwaningsih, dan anaknya, Debi, mengalami luka cukup serius.Budirahayu, korban lain, mengalami hal yang sama. Saat kejadian, kebetulan dia sedang menengkok rumah di Siring Barat yang sudah tidak ditempati. Dia kaget dan penyakit asma yang dideritanya pun akhirnya kambuh. Oleh beberapa warga, Budirahayu dibawa ke RSUD Sidoarjo. Namun, karena lukanya hanya ringan, dia langsung diperbolehkan pulang.Sementara itu, Purwaningsih dan Debi saat ini dirawat di Ruang Mawar Pink RSUD Sidoarjo. Purwaningsih mengalami luka bakar sekitar 58 persen. Dia mengalami luka bakar di bagian muka, punggung, tangan, dan kaki. Sedangkan Debi mengalami luka bakar sekitar 48 persen. Dia mengalami luka bakar di punggung, wajah, tangan, dan kaki.Kapolres Sidoarjo AKBP M. Iqbal di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya akan menyelidiki kebakaran tersebut. Dia bakal menerjunkan saksi ahli untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran itu. “Apakah karena kelalaian warga atau petugas lapangan BPLS. Kami akan cari tahu,” ucapnya.Humas BPLS Akhmad Khusairi menyatakan, kebakaran tersebut tidak berasal dari kompor gas alam, melainkan dari sulutan api yang mungkin berasal dari petasan. ”Kalau berasal dari ledakan kompor, rumah korban pasti sudah hangus terbakar,” ujarnya. (eko/adh/byu/c3/nw)
Kejadian jalan martadinata yang runtuh merupakan kejadian yang sama pula terjadi di bandung desember tahun 2008 lalu, maka penegasan di artikel Rumah Wapres Ditimpa Pohon, Open House Presiden Membawa Korban, Ada Apa ? tersebutlah “maka di nun jauh tambang itupula berpolah untuk memberikan pertanda kepada penulis ini yang bertempat tinggal dengan kejadian itu, bahwa benarlah apa yang dituliskan dalam bahasa alam ini”
Hal itulah yang sama berulang didekat penulis dari jalan martadinata bandung yang ambles tgl 24-12-2008 lalu, maka sesungguhnya terjadilah didekat penulis pula sebuah jembatan yang ambrol sebelum jalan martadinata di bandung ambles yaitu, 11-12-2008 lalu atau 13 hari sebelumnya, tertuang dalam artikel ,Gempa bumi & Burung Amrozi
Jembatan Ambruk, Tiga Pekerja Tertimbun, Kamis, 11 Desember 2008 | 10:11 WIB
SURABAYA, KAMIS — Sebuah jembatan yang menghubungkan Kelurahan Kecawan Putih Tambak dan Kelurahan Kalisari Damen, Mulyorejo, Surabaya, ambruk, Rabu (10/12) malam.
Jembatan tsb amat sangat dekat dan berada di belakang dari kantor kami, seakan menjadi penguat ttg asa penantian tsb memang benar terjadi
Mengapa harus tanggal 16-september-2010 ? mengapa bukan tanggal lain ?
Sebuah hari tgl 16-september adalah hari yang telah banyak diperbincangkan dalam artikel yang lalu yaitu, Mendunia, Video Mesum dan Porno Mirip Ariel Peterpan, Luna Maya tertuang di artikel tsb
….. tentang 14 telah sebelumnya diungkap dalam artikel Heboh Video Mesum dan Porno mirip Ariel Peterpan, Luna Maya, Cut Tari, Ada Apa ? yang memuat SERBA 14 tsb:
Akhir tulisan tsb menuliskan tentang 29 sebagai usia dari Ariel, dan ketika tanggal lahir mas Ariel 16-september, maka terbetiklah sebuah keteraturan lainnya yaitu :Dengan demikian terciptalah keteraturan dari hari lahir mas Ariel untuk mengingatkan kita semua akan dua bencana super kelam di september-2009, yang di-ingatkan lagi lewat video mesum dan porno yang menghebohkan dunia.Empat belas adalah kunci pembuka dari bencana yang terjadi, mengapa harus 14 ? mengapa tidak angka lainnya saja ? Hal itu adalah sambungan dari artikel yang memuat arti dari empat belas itu sendiri yang dimuat pula pada artikel Dibalik Video Mesum Mirip Luna-Ariel yakni … Para penyanyi seolah menyanyikan kedukaan sebelum pesta itu terjadi, dimana sebelumnya mastro keroncong juga berpulang, Gesang Meninggal Dunia, Mengapa Tepat 20-mei-2010 ? Dari tgl meninggal 20-mei-2010, maka 14 hari berikutnya yakni 3-juni-2010, Giliran Pance Pondaag yang menghadap sang Khalik….Ada yang tahu 14 itu apa ? itulah pengingat pada artikel Fenomena Ainun Habibie dan Ramdhan
Empat belas hari dari kelahiran mas Ariel yaitu 16-september (-14 hari) adalah 2-9-2009 (yaitu terjadilah Gempa TasikMalaya, baca Gempa TasikMalaya 02-09-2009
Empat Belas hari setelah kelahiran mas Ariel yaitu 16-september(+14 hari) adalah 30-9-2009 (yaitu terjadilah Gempa Padang, baca Gempa Padang 30-09-2009
INILAH SEBUAH KEBETULAN LAINNYA YAITU KETIKA HARI LAHIR MAS ARIEL 16-SEPTEMBER, MAKA HARI KEMERDEKAAN MEKSIKO-PULA
Tanggal 16-september adalah TITIK TENGAH dari sebuah bencana super pahit di tahun 2009 lalu, dan kini muncul dalam pemberitaan …., KINI Jalan Martadinata yang runtuh tsb tgl 16-september-2010, maka hal itulah meninggatkan pada 155 hari sebelum ini, yaitu Jalan RE Martadinata Ambles Ancol Tanjung Priok Terputus Masih ingat dengan priok dan empat belasnya ? dari 155 hari sebelum kejadian 16-september-2010 jalan martadinata ambles itu ? itulah tgl 14-4-2010 yang telah di tuliskan sebagai Tragedi Tanjung Priok, Bagian dari Bab Bencana yang Hilang
Dengan demikian 14 di tanjung priok dan ter’senyawa’kan dengan 16-september-2010, maka sesungguhnya ada sebuah komunikasi alam yang mudah di perlihatkan yaitu, ketika terjadi sebuah bencana besar, maka itulah yang telah diulang-ulang.
Perulangan ini pula mengacu pada tahun 2009 lalu yang menuliskan Bacalah 29, Jakarta Telah Diperingatkan yang dituliskan beberapa saat sebelum gempa padang terjadi 30-september-2009 dan sebagai hasil bentuk bacaan yang mudah dari gempa tasikmalaya 2-9-2009, dimana banyak gedung tinggi yang bergoyang sehingga para pejabat yang berlarian karena gempa itu (baca Gempa TasikMalaya 02-09-2009) ditahun 2010 inilah, bacalah 29 kembali menyeruak lewat, tgl 29-4-2010 (atau 15 hari setelah kerusuhan tanjung priok tgl 14-4-2010) Meteor Jatuh Di Jakarta, Sebuah Tanda Yang Jelas Sebuah hal yang unik 14-4-2010 kemudian 15 hari meteor jatuh di ibukota, 29-4-2010 dan 155 hari berikutnya,Jalan RE Martadinata Ambles
Perhatikan pesan ini dari tgl ini, 2-9-2009, Gempa TasikMalaya , perhatikan lagi 17-7-2006, Tsunami Pangandaran 17-JULI-2006 , perhatikan lagi banjir besar Jakarta yang pertama kali terjadi 2-2-2007, Jakarta Banjir Besar 02-02-2007 Dan rusuh tanjung priok 14-4-2010, meteor jatuh 29-4-2010
Sebuah tgl dan bulan unik hingga mudah untuk mengingatinya, kini 155 hari setelah 14-4 dari rusuh tanjung priok tercatatlah 16-9-2010, Abrasi Sebabkan Jalan RE Martadinata Amblas Ada apakah martadinata itu ? beliau adalah pahlalawan nasiolal yang lahir tgl 29-3-1921
Laksamana Laut R. Edy Martadinata (lahir di Bandung, Jawa Barat, 29 Maret 1921 – meninggal di Riung Gunung, Jawa Barat, 6 Oktober 1966 pada umur 45 tahun) atau yang lebih dikenal dengan nama R.E. Martadinata adalah tokoh ALRI dan pahlawan nasional Indonesia. Ia meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter di Riung Gunung[1] dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.
Itulah 29 yang ketiga … terus terjadi sebagai, Bacalah 29, Jakarta Telah Diperingatkan
Copyright © 2006-2010 Fenomena Alam Semesta
Blog pada WordPress.com.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blogroll
Cuteki kawaii
Blog Archive
-
▼
2010
(29)
-
▼
September
(16)
- Greyson Chance
- Greyson Chance Singing Paparazzi
- AVENGED SEVENFOLD
- Fenomena Alam
- Fenomena Alam
- Paul Si Gurita Kini Pensiun
- Fenomena Alam Gravitasi yang Aneh
- apa itu EMO ?
- Ketegaranku
- One the Wings of a Butterfly by Corky Ferguson
- Nyanyian Sahabat
- sahabat [Puisi]
- Dialah. . .Sahabatku
- Puisi- IBU
- Sajak Persahabatan ~ Khalil Gibran
- Lyric lagu Gita Gutawa 'Lelaki Sempurna'
-
▼
September
(16)
Blog Archive
-
▼
2010
(29)
-
▼
September
(16)
- Greyson Chance
- Greyson Chance Singing Paparazzi
- AVENGED SEVENFOLD
- Fenomena Alam
- Fenomena Alam
- Paul Si Gurita Kini Pensiun
- Fenomena Alam Gravitasi yang Aneh
- apa itu EMO ?
- Ketegaranku
- One the Wings of a Butterfly by Corky Ferguson
- Nyanyian Sahabat
- sahabat [Puisi]
- Dialah. . .Sahabatku
- Puisi- IBU
- Sajak Persahabatan ~ Khalil Gibran
- Lyric lagu Gita Gutawa 'Lelaki Sempurna'
-
▼
September
(16)
0 komentar:
Posting Komentar